Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts

Saturday, 29 September 2012

Taman Nasional Baluran, Afrika-nya Indonesia

Taman Nasional Baluran - adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, SitubondoJawa Timur (sebelah utara Banyuwangi). Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran.

Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.

Taman Nasional Baluran sering dijuluki sebagai Afrika-nya Jawa. Disini kamu bisa melihat miniatur Savanna Afrika dengan savana yang terbentang luas dan banyak satwa liar yang berkeliaran mirip di Afrika. Kamu bisa melihat sekelompok rusa dan banteng diantara rerumputan. Disini juga terdapat monyet dan berbagai jenis burung. Pemandangan Gunung Baluran yang mirip Kilimanjaro beserta hamparan savana dan rumput yang mengering berwarna keemasan menambah kesan bahwa daerah ini memang benar mirip Afrika.


Pada musim kemarau air tanah di permukaan tanah menjadi sangat terbatas dan persediaan air di beberapa mata air tersebut menjadi berkurang. Saat musim hujan, tanah yang hitam sedikit sekali dapat ditembus air sehingga air mengalir di permukaan tanah, membentuk banyak kubangan terutama di sebelah selatan daerah yang menghubungkan Talpat dengan Bama.
Bila Anda datang saat musim penghujan maka tumbuhan dan air sangat berlimpah-ruah, sehingga para penghuni taman seperti Banteng dan Kerbau Liar memilih masuk ke pedalaman taman dari pada bertatap muka dengan para pengunjung. Tetapi beberapa kelompok rusa, merak, ayam hutan dan beburungan lainnya bisa dinikmati.
Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.
Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).
Terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus).
Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung diantaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus).
Selain pemandangan alam berupa sabana, taman nasional ini juga memiliki keindahan alam laut di Pantai Bama yang terletak sekitar 15 Km dari kantor atau sekitar tiga kilometer dari padang sabana. Lokasi itu cukup panjang, yakni garis pantainya sekitar satu kilometer.

Kalau di airnya, sangat cocok bagi yang suka snorkling atau bermain kano. Snorkling menjanjikan kepuasan mata karena keindahan karang lautnya. Objek lain adalah wisata mangrove di wilayah itu.

Bagi yang ingin menikmati perahu wisata, bisa menggunakannya dengan cara menyewa Rp300 ribu untuk maksimal 10 orang. Taman Nasional Baluran juga menyediakan petualangan menantang karena ada objek yang jarang dikunjungi karena harus melewati jalan hutan.




Tidak besar biaya yang harus Anda keluarkan untuk tiket masuk yaitu hanya Rp6.000,00 per mobil dan Rp 2.500,00 per orang. Kegiatan yang dapat dilakukan di sini mulai dari penelitian, pengamatan dan atraksi satwa, serta wisata bahari di pantai Bama. Sementara fasilitas yang tersedia adalah kantor pengurus, pondok kerja, pesanggarahan, shelter, jalan trail, menara pandang, dan lain-lain.

Berwisata Ranu Kumbolo di kaki Gunung Semeru

Ranu Kumbolo - adalah sebuah danau gunung di Kabupaten LumajangJawa Timur. Letaknya di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Luasnya 15 hektar. Merupakan salah satu primadona Gunung Semeru. Berada di ketinggian 2.400 mdpl, Ranu Kumbolo tersohor karena kecantikan, kesejukan, dan dingin air danaunya. Sunrisenya pun sempurna.

Ranu Kumbolo merupakan tempat yang terkenal dengan danau dan pemandangan yang hijau di sekitarnya. Bentuknya seperti lembah, jangan heran jika cuaca di tempat ini sangat dingin dan sejuk. Danaunya sangat cantik, biru dan dingin. Danau Ranu Kumbolo seolah menjadi oase di ketinggian 2.400 mdpl. Ranu Kumbolo adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Di Ranu Kumbolo terdapat tempat perkemahan. Tempat ini adalah salah satu titik berangkat untuk mendaki Gunung Semeru.

Pemandangan di sekitar danau sangat meneduhkan mata. Perpaduan pohon cemara, semak-semak yang hijau, dan langit yang biru, akan memanjakan Anda. Banyak pendaki berkemah di sini, selain karena tempatnya yang sejuk.

Tidak hanya itu, sunrise di Ranu Kumbolo akan menambah rasa kagum Anda. Panorama Matahari terbitnya sangat cantik dan mempesona. Warna cahaya mentari yang keemasan terpantul oleh permukaan danau.
Sunrise di Ranu Kumbolo sangat cantik dan mempesona. Warna cahaya mentari yang keemasan terpantul oleh permukaan danau. Tidak hanya itu, apakah Anda ingat bagaimana menggambar sunrise saat masih anak-anak dulu? Ya, pasti gambaran sunrisenya adalah matahari muncul dari tengah-tengah bukit. Di Ranu Kumbolo, sunrisenya seolah gambaran sunrise yang hidup dari masa kecil Anda.
Bagi mereka yang suka hiking, Ranu Kumbolo adalah pit-stop untuk mempersiapkan petualangan mereka. Selain itu, Ranu Kumbolo juga menyediakan gubuk untuk pejalan kaki dan ada camping ground untuk berkemah. Juga, terdapat sebuah monumen kuno yang berdiri di Ranu Kumbolo. Masyarakat setempat percaya bahwa monumen itu sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit.
Berkunjunglah ke Ranu Kumbolo dan silahkan melepas penat di sana. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alamnya.

Carstensz Pyramid Puncak Salju di daerah Tropis Indonesia

Carstensz Pyramidgunung beratap salju di Indonesia yang berada di Papua banyak di impikan oleh banyak pendaki untuk bisa menjejakkan kaki di puncaknya. Puncak Cartenz Pyramyd memiliki tinggi 4.884 meter. Selain karena dia adalah puncak tertinggi di Indonesia, para pendaki akan menemukan sensasi berbeda yang tidak didapatkan di hampir semua karakter gunung di Indonesia, yakni atapnya Indonesia ini beratap salju.

Carstensz Pyramid, nama tersebut diambil dari seorang petualang dari negeri Belanda, yakni Jan Carstensz, yang pertama kali melihat adanya puncak gunung bersalju di daerah tropis, tepatnya di Pulau Papua. Pengamatan tersebut dilakukan oleh Jan Carstensz melalui sebuah kapal laut pada tahun 1623. Karena belum bisa dibuktikan dengan pengamatan langsung, laporan itu dianggap mengada-ada. Sebab, bagi orang Eropa, menemukan pegunungan bersalju di tanah tropis adalah sesuatu yang hampir mustahil.


Di Indonesia ini yang dilalui oleh garis katulistiwa, tentu sangat mustahil dan sulit untuk dimengerti jika ada salju di negri ini. Cartenz Pyramid merupakan salah satu puncak bersalju tersebut. Puncak tertinggi di asia Tenggara dan Pasifik ini, berada di rangkaian Pegunungan Sudirman. Puncak ini juga terdaftar sebagai salah satu dari 7 puncak benua (seven summit) yang sangat fenomenal dan menjadi incaran para pendaki gunung di dunia. Puncak Jayawijaya ini terletak di Taman Nasional Laurentz, Papua.
Namun yang disayangkan, diperkirakan akan menyusut dan mengering pada tahun 2024, hal ini disebabkan oleh pemanasan global. Perhitungan tersebut didasarkan atas analisis data empiris menggunakan pendekatan linier yang dikerjakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Jadi bukan tidak mungkin suatu saat pegunungan ini akan kehilangan salju seperti yang terjadi di Gunung Kilimanjaro, Afrika.
Akses manuju Objek Wisata Carstensz Pyramid

Mengingat medan pendakian yang berat, proses perizinan yang rumit, serta jaminan keamanan ketika proses pendakian, sebaiknya para pendaki memanfaatkan jasa agen perjalanan yang berpengalaman. Berbagai agen perjalanan yang memiliki reputasi internasional telah menyediakan dua pilihan jalur pendakian, yaitu jalur klasik melalui Desa Ilaga, atau jalur kedua yang lebih nyaman dengan menumpang helikopter menuju base camp Bukit Danau (Danau Valley).


Indahnya Taman Sakura di Kebun Raya Cibodas

Taman Sakura - suasana di Kebun Raya Cibodas, Desa Cibodas, Kecamatan Pacet, Cianjur ibarat berada di negeri matahari terbit. Tak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang untuk menikmati keindahan Sakura. Di Kebun Raya Cibodas, kita bisa melihat pohon Sakura yang sudah ditanam sejak tahun 1953.

Di taman seluas sekitar tujuh ribu meter per segi itu, bunga Sakura menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Di tempat itu, ditanam empat jenis bunga Sakura, yaitu Prunus Cerasoides, Prunus Lannesiana, Prunus Yedoensis, dan Prunus Jamasakura
[143737p.jpg]
Jenis Prunus Cerasoides dapat berbunga dua kali dalam setahun, yaitu Januari-Februari dan Agustus-September. Pihak Kebun Raya Cibodas masih mempelajari siklus bermekarannya bunga asal Jepang itu. 


Januari-Februari dan Agustus-September tepat buat berwisata disini, sebab, saat ini bunga sakura (Prunus cerocoides) sedang bermekaran, menebarkan warna merah muda di pucuk-pucuk pohon yang ditanam di Taman Sakura. Ada baiknya Anda tidak menunda-nunda waktu berkunjung ke obyek wisata alam ini. Sebab, bunga sakura yang tengah bermekaran itu diperkirakan hanya akan bertahan sampai dua pekan ke depan.


Sekarang Taman Sakura sudah tertata indah, di dasar lembah terdapat sungai kecil, mengalir air dari pegunungan yang jernih dan dingin. Di sisi dan badan sungai dipasangi batu alam membentuk jeram-jeram dan air terjun yang sangat menarik.
Para pelancong dapat berjalan di jalan setapak, menyeberangi sungai melalui jembatan-jembatan kecil yang artistik, sambil menikmati sakura bermekaran. Sudah banyak warga Jepang, Korea, dan lainnya berdatangan melihat bunga sakura di Indonesia, yang dapat berkembang dua kali setahun.

Untuk menikmati Taman Sakura, pengunjung harus masuk ke Kebun Raya Cibodas (KRC) dengan harga tiket masuk Rp 6.000 per orang.


Untuk ke KRC tidaklah sulit. Anda yang biasa ke Puncak bisa mengendarai mobil pribadi atau sepeda motor sampai lokasinya di Cibodas. Dari Jakarta dan Bogor, KRC Cibodas berada di jalur Taman Safari-Cipanas. Papan penunjuknya jelas berada di sebelah kanan. Ada pertigaan besar untuk menuju KRC.
Anda yang menggunakan kendaraan umum juga mudah mencapainya. Jika Anda ke sana di hari kerja, dari Jakarta atau Bogor Anda bisa naik bus jurusan Bandung lalu minta turun di Cibodas. Dari pertigaan itu Anda bisa menumpang kendaraan umum atau sewa ojek.

Friday, 28 September 2012

Tari Gandrung Banyuwangi

Tari Gandrung - atau biasa disebut saja dengan Gandrung Banyuwangi adalah salah satu tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Banyuwangi. Oleh karena tarian ini pulalah, Banyuwangi juga di juluki sebagai Kota Gandrung, dan terdapat beberapa patung penari gandrung di setiap sudut kota.

Tari Gandrung memiliki ciri khas , mereka menari dengan kipas dan ketika penari menyentuh kipasnya kepada salah satu penonton biasanya laki – laki dan di ajak untuk menari. Keberadaan Tari Gandrung sangat erat kaitannya dengan tari Seblang. Hal itu dapat dilihat dari seni gerak tari maupun unsur-unsur tari yang lain, seperti: nyanyian dan alat musik yang digunakan. Hal yang membedakan dengan Tari Seblang adalah sifatnya, Tari Seblang merupakan suatu tarian yang bersifat sakral yang selalu ditandai adanya trance atau kerasukan bagi penarinya, sedangkan Tari Gandrung bersifat sebagai hiburan atau tari pergaulan.

Kesenian gandrung Banyuwangi muncul bersamaan dengan dibabadnya hutan “Tirtagondo” (Tirta arum) untuk membangun ibu kota Balambangan pengganti Pangpang (Ulu Pangpang) atas prakarsa Mas Alit yang dilantik sebagai bupati pada tanggal 2 Februari 1774 di Ulupangpang Demikian antara lain yang diceritakan oleh para sesepuh Banyuwangi tempo dulu.

Dahulu tari gandrung diperankan oleh laki-laki yang berdandan perempuan maka tidaklah heran jika saat itu orang menyebutnya dengan istilah gandrung lanang dan instrumen alat musik yang digunakanpun juga relatif sederhana tidak selengkap saat ini.Tetapi dalam musik pengiringnya tetep ada ciri khas khusus yang tidak bisa lepas dari musik gandrung yaitu Kendang dan Biola.

Namun seiring berjalannya waktu sekitar tahun 1890-an tari gandrung lanang ini mulai memudar dari bumi blambangan,ada beberapa dugaan yang melatarbelakangi lenyapnya tari gandrung lanang ini yaitu munculnya sejumlah ulama yang memfatwakan bahwa haram hukumnya seorang cowok yang berdandan ala perempuan.Tetapi pada dekade 1914-an lah tari gandrung lanang ini bener-bener lenyap dari bumi belambangan setelah kematian Marsan yang merupakan penari terakhir dari gandrung lanang.
Gandrung sering dipentaskan pada berbagai acara, seperti perkawinan, pethik laut, khitanan, tujuh belasan dan acara-acara resmi maupun tak resmi lainnya baik di Banyuwangi maupun wilayah lainnya. Menurut kebiasaan, pertunjukan lengkapnya dimulai sejak sekitar pukul 21.00 dan berakhir hingga menjelang subuh (sekitar pukul 04.00).
Tarian ini di bawakan sebagai ucapan syukur masyarakan pasca panen dan dibawakan dengan iringan instrumen tradisional khas Jawa dan Bali. Tarian ini di bawakan oleh sepasang penari, yaitu penari perempuan sebagai penari utama atau penari gandrung, dan laki-laki yang biasa langsung di ajak menari, biasa disebut sebagai paju.

Cave Tubing Gua Pindul Gunung Kidul

Gua Pindul - salah satu gua yang merupakan rangkaian dari 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo, menawarkan sensasi petualangan tersebut. Selama kurang lebih 45 - 60 menit wisatawan akan diajak menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 m menggunakan ban pelampung. Petualangan yang memadukan aktivitas body rafting dan caving ini dikenal dengan istilah cave tubing.

Berbeda dengan kebanyakan gua di Indonesia yang merupakan “gua kering” (yang dapat dimasuki wisatawan dengan sangat mudah), Gua Pindul ini termasuk “gua basah”, dengan sungai mengalir dari bagian depan hingga mulut gua di bagian belakang. 
wisata gua pindul
Untuk mencapai lokasi ini, sebenarnya cukup mudah. Bagi wisatawan yang akan berwisata ke Gua Pindul bisa mengawali startnya dari perempatan jalan Wonosari Ring Road selatan. Kemudian lurus sampai jalan menaiki sebuah bukit (bukit Patuk). Sesampainya di perempatan bukit Patuk masih lurus sampai pada rest area hutan Wanagama, kemudian lapangan udara Gading lurus sampai perempatan Siyono (air mancur) belok kiri. Ikuti jalan aspal sampai perempatan lampu merah masih lurus dan ada pertigaan sebelah kiri ada gerbang desa Bejiharjo belok kiri setelah itu ikuti jalan aspal hingga lokasi yang banyak terdapat tulisan Gua Pindul. Di sebelah kanan lokasi ada sekretariat pengelola, dan bagi wisatawan bisa langsung bisa menemui pengurusnya.

Gua Pindul terdiri dari tiga bagian; bagian terang, remang-remang, dan bagian gelap. Para pemandu membawa senter sambil menjelaskan tentang kondisi gua. Stalaktit dan stalakmit mendominasi interior Gua Pindul. Di beberapa tempat terdapat pilar gua, yaitu stalaktit dan stalakmit yang sudah bertemu dan menjadi seperti sebuah tiang. 

Di salah satu lokasi terdapat sebuat tempat yang datar, kabarnya dahulu merupakan tempat pertapaan. Di gua ini terdapat tiga satwa yang dilindungi, yaitu burung seriti, burung walet, dan kelelawar. Menurut pemandu, gua tersebut memang dibiarkan gelap tanpa penerangan untuk melindungi kelelawar yang hidup di dalamnya.

Nama Gua Pindul berasal dari sebuah kisah dimana ada seorang pemuda yang bernama Joko Singlulung mencari ayahnya yang hilang, dengan menyusuri banyak hutan dan gua, tiba-tiba dia terantuk kepalanya di salah satu batu di gua ini, gua dimana dia terantuk inilah akhirnya dinamakan Gua Pindul.
img
Di tengah gelapnya Gua Pindul, tampak satu stalagmit besar dan cukup menonjol di sana. Konon, pria yang menyentuh batu ini akan bertambah keperkasaannya, karena itu batu ini disebut perkasa.

Danau Nibung Bengkulu

Danau Nibung - merupakan Sebuah objek wisata yang berada di Provinsi Bengkulu yang terletak di Desa Ujung Pandang, Kecamatan Muko Muko Utara, Kabupaten Muko Muko, Provinsi Bengkulu.
Salah satu danau tercantik yang ada dan sering dikunjungi wisatawan. Meskipun danau ini berada ditengah hutan raya dan akses kedanau ini sanagt susah, namun tidak membuat para wisatawan gentar dan justru malah semakin ingin melihat keindahan dan pemandangan danau ini.

Panorama Alam perbukitan. dengan  dikelilingi oleh hutan tropis sebagai pemandangan utamanya. Selain aktifitas memancing, kita juga dapat menyaksikan satwa liar, seperti burung, Bagi yang pencita “bird watching” dapat berburu foto disini.

Letaknya di Pusat Kota Mukomuko di Kawasan Kantor Bupati, lokasi objek wisata ini mudah dijangkau dan hanya berjarak 6 km dari Kota Muko Muko, ibu kota Kabupaten Muko Muko.

Sedangkan dari Bandara Fatmawati Kota Bengkulu, berjarak sekitar 300 km dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum. Kedepannya. objek ini menjadi objek wisata andalan kabupaten setempat.




Friday, 14 September 2012

Surga Bawah Laut Pulau Sangalaki

Pulau Sangalaki - cocok bagi Anda yang suka menyelam, keindahan dan keanekaragaman flora dan fauna di sekitar Pulau Sangalaki akan menarik Anda untuk datang lagi dan lagi. Pulau ini terletak di Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur.
Sebuah Pulau yang sangat baik untuk menyelam dan snorkeling, bahkan setara bersama dengan Raja Ampat di Provinsi Papua.
Rasakan sapaan embusan angin, air laut yang bersih, pasir lembut, matahari yang hangat, gelombang yang indah, pohon kelapa, dan sore hari indah akan melengkapi kegembiraan kunjungan dan menyelam Anda.
Pemandangan bawah laut Sangalaki akan memabukkan hati setiap orang yang melihatnya. Pari manta, barracudas, pari, cumi-cumi raksasa, dan bintang laut lainnya hanya sebagian dari penghuni surga bawah laut Sangalaki.

Pari Manta  adalah hewan yang sangat langka, banyak wisatawan datang ke Sangalaki hanya untuk melihat hewan yang sangat unik ini. Hewan tropis ini terlihat seperti ikan pari, tapi uniknya kedua kumisnya bekerja sebagai sayap.

Titik menyelam yang populer di wilayah ini mencakup antara lain Channel Entrance, Coral Gardens, Town, Sandy Ridge, Manta Run, Sherwood Forest, Manta Parade, Manta  Avenue, Ridge, Light house, dan The Rockies. Sangalaki juga dikenal sebagai pulau dimana penyu bertelur. Anda bisa melihat proses unik selama musim kawin dengan lebih dekat.

Tidak seperti lokasi menyelam lainnya, pengelolaan Pulau Sangalaki menjaga ketat pelestarian alam pulau ini yang terletak diantarabKalimantan Timur dan Sulawesi.

Sebagai contoh, pada malam hari ketika Anda tidak memerlukan listrik, pihak berwenang akan mematikan listrik di pulau ini. Dengan demikian, pulau ini sangat tenang dan merupakan tempat favorit bagi Anda yang suka tinggal jauh dari kesibukan dan kebisingan kota.

Tradisi Tumbilotohe Gorontalo

Tumbilotohe yang dalam arti bahasa gorontalo terdiri dari kata “tumbilo” berarti pasang dan kata “tohe” berarti lampu, yaitu acara menyalakan lampu atau malam pasang lampu. Tradisi ini merupakan tanda bakal berakhirnya bulan suci Ramadhan, telah memberikan inspirasi kemenangan bagi warga Gorontalo.

Tumbilotohe yang berarti pasang lampu, yaitu tradisi menyalakan lampu atau malam pasang lampu pada saat menjelang Magrib hingga pagi hari. Pelaksanaan Tumbilotohe biasanya dilakukan pada hari ke-28,29 dan ke-30 Ramadhan atau selama 3 malam terakhir terakhir sebelum menyambut kemenangan di hari Raya Idul Fitri. Suasana di tengah nuansa kemenangan, disaat langit gelap karena bulan tidak menunjukkan sinarnya, telah meyakini masyarakat untuk merefleksikan eksistensi diri sebagai manusia.

Pada tahun 2007, “tumbilotohe” masuk Museum Rekor Indonesia (MURI), karena 5.000.000 (lima juta) lampu menyemarakkan tradisi tersebut.

Menurut sejarah kegiatan Tumbilotohe sudah berlangsung sejak abad XV sebagai penerangan diperoleh dari damar, getah pohon yang mampu menyala dalam waktu lama. Damar kemudian dibungkus dengan janur dan diletakkan di atas kayu. Seiring dengan perkembangan zaman dan berkurangnya damar, penerangan dilakukan dengan minyak kelapa (padamala) yang kemudian diganti dengan minyak tanah.

Setelah menggunakan damar, minyak kelapa, kemudian minyak tanah, Tumbilotohe mengalami pergeseran. Hampir sebagian warga mengganti penerangan dengan lampu kelap-kelip dalam berbagai warna. Akan tetapi, sebagian warga masih mempertahankan nilai tradisional, yaitu memakai lampu botol yang dipajang di depan rumah pada sebuah kerangka kayu atau bambu.

Saat malam tiba, “ritual” Tumbilotohe dimulai. Kota tampak terang benderang. Nyaris tidak ada sudut yang gelap. Keremangan malam yang diterangi cahaya lampu-lampu botol di depan rumah- rumah penduduk tampak memesona.

Kota Gorontalo berubah semarak karena lampu-lampu botol tidak hanya menerangi halaman rumah, tetapi juga menerangi halaman kantor, masjid. Tak terkecuali, lahan kosong petak sawah hingga lapangan sepak bola dipenuhi dengan cahaya lampu botol. Masyarakat seolah menyatu dalam perasaan religius dan solidaritas yang sama. Di lahan-lahan kosong nan luas, lampu-lampu botol itu dibentuk gambar masjid, kitab suci Al Quran, sampai tulisan kaligrafi.

Tumbilotohe juga menjadi semacam magnet bagi warga pendatang, terutama warga kota tetangga Manado, Palu, dan Makassar. Banyak warga yang mengunjungi Gorontalo hanya untuk melihat Tumbilotohe. Sepanjang perjalanan di daerah Gorontalo maka kita akan menyaksikan Tumbilotohe dari berbagai ragam bentuk. “Sangat indah apabila kita berjalan pada malam hari” itulah ungkapan pada kebanyakan orang yang memanjakan mata sepanjang perjalanan menikmati lampu-lampu setiap rumah, kantor dan masjid.

Pesona Wisata Kaki Gunung Slamet Baturaden


Baturaden terletak di Desa Kemutuk Lor, Kec. Baturaden, Kab. Banyumas dan berada + 14 Km dari Kota Purwokerto, + 1,5 km dari gerbang utama Wana Wisata Baturaden. 
Terletak di sebelah selatan Gunung Slamet memiliki udara sejuk dan cenderung bertambah dingin di malam hari. Selain memiliki panorama alam yang cantik, Baturaden juga memiliki banyak legenda rakyat, salah satunya cerita lutung kasarung yang terkenal.
Dari Baturaden, Anda dapat melihat pemandangan Kota Purwokerto, Pulau Nusa Kambangan, juga beberapa pantai indah di daerah Cilacap. Baturaden sendiri memiliki banyak objek wisata yang menarik dikunjungi seperti Taman Bitanin yang memiliki beragam tanaman dan bunga langka, di antaranya bunga havana, daun dewa, antarium lipstick, palem paris, dan widoro laut yang tak hanya dipamerkan, juga dijual sebagai souvenir.
OBYEK WISATA SEKITAR 
Obyek wisata sekitar Kebun Raya Baturaden merupakan obyek wisata yang telah lama dikenal masyarakat, baik masyarakat sekitar maupun oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Bahkan obyek wisata yang dikemas dalam paket Wisata Baturaden telah dikenal oleh masyarakat manca negara. Obyek wisata sekitar Kebun raya diantaranya adalah: 
Pancuran 7 (Pitu) Terletak 2,5 km dari Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyuguhkan keindahan alam dan hutan yang didukung dengan adanya Pancuran 7 sebagai tempat wisata husada (tempat wisata sekaligus penyembuhan penyakit). 
Goa Sarabada Beranjak dari pancuran 7 menelusuri jalan setapak, wisatawan dapat menikmati kesegaran air hangat dan dingin di Goa Sarabadak, dengan bebatuan warna keemasan yang menakjubkan. 
Telaga Sunyi Telaga Sunyi terletak lebih kurang 3 km di sebelah timur Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyajikan telaga yang indah dan berair dingin, dan pada musim-musim tertentu dapat dijumpai aneka warna kupu-kupu dan capung yang beterbangan di sekitar telaga. 
Curug Cipendok Objek wisata alam ini berupa air terjun dengan ketinggian 92 m yang dikelilingi pemandangan alam dan hutan yang indah. 
Curug Ceheng Curug Ceheng menampilkan keindahan air terjun yang diselingi dengan maraknya satwa langka yang beterbangan. 
Pemandian Kali Bacin Kali Bacin merupakan peninggalan sejarah zaman Belanda, yang bisa dilihat dari prasastinya. Dikenal dengan nama Wisata Husada, karena wisatawan dapat menikmati keindahan alamnya sekaligus dapat menyembuhkan penyakit kulit dan tulang. Wisatawan backpaker bisa memilih naik angkutan perdesaan dari Purwokerto. Namun jika ingin lebih praktis, dapat memilih taksi. Bagi yang membawa kendaraan sendiri, harus berhati-hati karena jalan ke Baturaden menanjak dan berkelok. Di Baturaden terdapat penginapan yang dapat disewa, mulai 75 ribu hingga 300 ribu rupiah. Namun bagi yang membawa tenda sendiri, di Baturaden tersedia camping ground yang aman dan nyaman.

Saturday, 8 September 2012

Menikmati Indahnya Pantai Dreamland

Pantai Dreamland - adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Bali di daerah bernama Pecatu. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi, dan dikelilingi batu karang yang lumayan besar di sekitar pantai. Lokasi pantai ini berada dalam kompleks Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort).
Anda dapat mencapai pantai ini sekitar 30 menit dari Pantai Kuta ke arah Jimbaran. Pantai yang masih asri dan alami ini terletak di ujung selatan Badung Selatan. Anda akan menjumpai pantai ini dalam perjalanan menuju pura terkenal di Bali yaitu Pura Uluwatu.
Pantai Dreamland sendiri hampir mirip dengan pantai Kuta. Pasir putih dan celah karang yang terjal menjadi pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Lokasi berpasir putih bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam cocok untuk menikmati matahari tenggelam atau sekedar menyaksikan atraksi para peselancar. Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga selancar air (surfing), bahkan Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali.
Ternyata ada asal-usulnya. Konon, pantai ini dinamakan Dreamland karena di wilayah Pecatu sempat akan dibangun salah satu kawasan pusat wisata terbesar dan terunik di Asia Tenggara. Selain itu, di sana juga akan dibangun resor superluks yang dipadukan dengan kawasan wisata yang menonjolkan keindahan dan keaslian alam serta pelestarian lingkungan hidup. Sebelumnya daerah ini adalah daerah tandus dan gersang.
Pada saat krisis moneter tahun 1998, mega proyek ini terbengkalai. Namun, karena penduduk setempat sangat berharap agar proyek ini selesai, dengan harapan mereka bisa beralih ke bisnis pariwisata dari pertanian, maka mereka menamakan tempat ini sebagai tanah impian yang dalam bahasa Inggris disebut dreamland. Sejak itulah kawasan ini dinamakan Dreamland.
Anda dapat menyewa payung yang disediakan di sepanjang pantai ini untuk menghindari teriknya matahari. Apabila Anda ingin berenang namun tidak membawa baju ganti, Anda dapat membeli di area wisata Dreamland. Setelah menuruni anak tangga, sederetan pedagang baju akan menawari Anda barang dagangan mereka. Selain itu juga tersedia beberapa toko yang menjual makanan dan minuman.
Selain itu, di sini juga tersedia fasilitas MCK jika Anda ingin berganti pakaian maupun mandi. Namun tarifnya cukup mahal meski hanya untuk sekadar buang air kecil di daerah ini.
Jika Anda ingin menginap, di daerah Dreamland terdapat puluhan resort dan vila yang berdiri sebagai pendukung pariwisata yang terus bergeliat di Pantai Dreamland. Beberapa resor dan vila berdiri di atas tebing sehingga Anda dapat menikmati pemandangan pantai yang indah dari atas tebing.
Menurut pemandu wisata di sana, Dreamland merupakan satu-satunya tempat di Bali yang menggunakan Hukum Internasional. Sehingga aturan yang berlaku di pantai ini lebih bebas. Pengunjung dapat mengkonsumsi alkohol ataupun para wanita dapat bertelanjang dada di pantai ini tanpa dikenai sanksi.


Thursday, 30 August 2012

Air Terjun Cunca Rami Kabupaten Manggarai Barat


Selain Taman Nasional Komodo, ada juga obyek wisata lain di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang tak kalah unik yakni air terjun Cunca Rami yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara setiap hari. Air terjun Cunca Rami yang tingginya 70 meter terletak di Desa Lamung, Kecamatan Mbeliling. Setiap pemandu lokal mengantar wisatawan ke lokasi air terjun cunca Rami dari Labuan Bajo.
Air terjun Cunca Rami memiliki keunikan tersendiri dimana pada musim kemarau dan hujan, air terjunnya tetap sama mengalir deras. Bahkan, air terjun Cunca Rami memiliki sebuah sungai dibawahnya, dimana wisatawan bisa mandi dengan bantuan pemandu lokal.

Untuk menuju ke air terjun Cunca Rami, wisatawan dari Kota Labuan Bajo dapat menggunakan sepeda motor atau menggunakan kendaraan umum menuju ke Kota Ruteng. Jarak tempuh dari Kota Labuan Bajo menuju Ruteng diperkirakan 1,5 jam dengan menggunakan sepeda motor.

Ada tiga pintu masuk menuju ke air terjun Cunca Rami. Pertama, wisatawan dari Labuan Bajo menuju ke Kampung Cecer melakukan perjalanan atau trekking dengan melintasi kawasan hutan Mbeliling sampai tiba di persawahan sekitar air terjun Cunca Rami. Kedua, wisatawan berjalan kaki dengan mendaki melalui Gua Waelia dengan melintasi kawasan hutan Mbeliling sampai di Kampung Lamung dan jalan menurun menuju ke persawahan di sekitar air terjun Cunca Rami. Ketiga, perjalanan kaki melalui Kampun Waelelos menuju ke Kampung Rangat dan menuruni lembah sampai di persawahan sebelum masuk ke air terjun Cunca Rami.

setiap pagi dan sore sering melihat wisatawan yang berkunjung ke air terjun Cunca Rami. Warga masyarakat setempat sering mengantar turis ke lokasi air terjun tersebut. Bahkan di kampung-kampung sudah dibuat papan petunjuk ke lokasi air terjun Cunca Rami yang dibuat masyarakat agar wisatawan tidak tersesat menuju ke lokasi air terjun Cunca Rami.

Tuesday, 21 August 2012

Berwisata ke Rumah Asli Bali


Wisata rumah asli Bali - ini terletak di Banjar Punida Negara, Batuan, Sukawati, Gianyar. Di tempat ini terdapat tiga unit bangunan asli Bali yang masih utuh. Letaknya persis di sebelah timur jalan raya Punida, Batuan. Kawasan ini dikenal dengan beragam hasil kerajinan tangan dan perak.
Ciri khas pada bangunan ini antara lain pintu gerbang rumah berukuran kecil berbahan batu atau tanah, atap bangunan rumah terbuat dari rumput ilalang.

Suasana lestari dan asri jelas terasa ketika berada di dalam pekarangan dengan luas lahan sekitar lima are. Tampak beberapa rumah tinggal dan beberapa bale (rumah) yang tetap terjaga keasliannya. 

Bangunan utama yang tampak asli di antaranya bale daja, bale dauh, bale dangin, dan paon (dapur).
Lapisan dinding masih asli terbuat dari tanah dan tetap lengket menempel. Begitu juga pada bagian lantai, posisinya tetap rapat antara satu dengan yang lainnya. Sementara pada bagian halaman tampak hamparan batu berukuran sedang tersusun rapi yang ditumbuhi beberapa aneka bunga.

Salah satu pemilik yang merupakan generasi ketiga penghuni rumah asli bali tersebut mengaku selalu melakukan upaya perawatan sekaligus perbaikan kecil-kecilan agar rumah asli Bali ini tetap terawat.
"Di rumah ini saya hanya lebih sering melakukan kegiatan bersih-bersih, juga melakukan kegiatan beternak. Anak saya melakukan kegiatan seni ukir untuk ditawarkan langsung ke tamu dan juga kerajinan patung. Saya orang yang biasa, tak punya sesuatu lebih," jelas pemilik rumah, Anak Agung Gede Raka.

Penghuni lain yang jaraknya berdekatan juga mengaku, rumahnya kadang didatangi pasangan calon pengantin untuk melakukan kegiatan foto pre-wedding, selain dikunjungi oleh wisatawan asing.

Keindahan Pantai Tanjung Papuma di Kabupaten Jember


Pantai Papuma - betapa indah pemandangan di Pantai Papuma yang merupakan singkatan dari pasir putih malikan. Pasir di pantai yang melingkar panjang sekitar 35 hektar dengan garis pantai sepanjang 25 kilometer itu memang halus dan putih. Jarak dari Kota Jember ke Pantai Papuma sekitar 38 kilometer, tapi hampir setiap hari tak kurang dari 100 pengunjung dari berbagai kota di Indonesia datang menikmati keindahan pantai itu. Salah satu keunikan Papuma, batu-batu malikan yang bisa mengeluarkan bunyi-bunyian khas seperti musik ketika terkena ombak.
Karang pipih
Batu malikan merupakan karang pipih seperti kerang besar yang jumlahnya tujuh, di antaranya masing-masing bernama Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, Pulau Narodo, Pulau Nusa Barong, Pulau Kajang, dan Pulau Kodok. Bentuk karang yang dahulu kala sebagai pulau tersebut sangat khas, seperti Pulau Kodok mirip kodok raksasa, Pulau Narodo mirip topi dewa narada. Dua batu karang sebagai ikon Papuma adalah batu kajang dan batu narada.

Kekaguman akan keindahan Tanjung Pasir Putih Malikan atau Tanjung Papuma, menurut Hartomo, Sekretaris Kecamatan Jombang, Jember, karena pengunjung tak hanya menikmati birunya laut. Di sepanjang pantai juga terdapat pedagang sekaligus pemilik warung yang menyediakan masakan khas pantai, seperti ikan bakar.

Hal itu juga dibenarkan Arjuna, staf Hubungan Masyarakat Perum Perhutani Jember. Para pengunjung sungguh dimanjakan dengan keindahan dan eksotika Tanjung Papuma.

Apalagi Tanjung Papuma juga jadi tempat pendaratan ikan oleh nelayan sehingga wisatawan bisa melihat langsung ikan segar saat diturunkan dari perahu nelayan, sekaligus membeli hasil tangkapan nelayan untuk dibakar di pinggir pantai. Hanya saja, pengunjung perlu waspada saat makan karena masih ada monyet berkeliaran yang selalu siap memangsa makanan yang hendak disantap.

Sungguh menakjubkan dan menyenangkan bila ingin berwisata dengan keluarga di lokasi ini karena kawasannya masih sangat alami meski tidak terlalu luas. Yang pasti pengunjung wisata alam di Pantai Papuma bisa menikmati keindahan alam termasuk saat terbit dan tenggelamnya matahari.
Menikmati keindahan alam itu bisa dilakukan dari Sitinggil yang berada di kawasan Pantai Papuma pada pagi hari saat matahari terbit, dan sore hari melihat proses matahari terbenam. Sepanjang mata memandang ke laut lepas dari pasir putih, akan tampak begitu banyak batu karang yang menyerupai gunung atau bukit. Itu benar-benar indah sekaligus menakjubkan.

Nuansa hutan
Panorama alam Papuma sesungguhnya adalah perpaduan antara keindahan alam yang bernuansa hutan, laut, gugusan pulau yang menggunakan nama pewayangan. Saat air surut, pengunjung bisa mendekat gunung narada dan memegang langsung, bahkan banyak yang memanfaatkan untuk memancing di sekitar batu karang. Sebaliknya, saat air pasang dan ombak menjulang tinggi, maka akan tersuguhkan keindahan deburan ombak menghantam karang-karang tersebut.

Pengelola Pantai Papuma juga telah menyediakan beberapa lokasi berkemah yang menawarkan suasana yang sensasional di waktu malam sambil berkreativitas di alam bebas. Di kawasan hutan itu tersedia areal untuk berkemah dan menggelar kegiatan latihan di luar ruang.

Perhutani yang mengelola kawasan itu menyediakan peralatan yang bisa disewa dengan tarif terjangkau, antara lain tenda kemah pramuka biasa dan tenda eksekutif. ”Kami juga menyediakan peralatan untuk penerangan perkemahan,” ungkap Darwi, pengelola Tanjung Papuma.

Malah sejak setahun ini di Tanjung Papuma telah ada wihara Papuma yang dibangun oleh pengusaha asal Surabaya. Wihara ini makin ramai dikunjungi, terutama menjelang sore hari. Pengelola juga menyediakan 21 unit tempat penginapan antara lain berupa cottages panggung sebanyak 7 unit, pondok jati 3 unit, pondok rimba 4 unit, pondok mahoni 4 unit, pondok kajang, dan pondok sengon, serta pondok jabon masing-masing satu unit. Tarif penginapan berkisar Rp 125.000–Rp 400.000 per malam.

Tarif masuk ke lokasi Pantai Papuma pada hari biasa yakni Rp 5.000, lalu Rp 7.000 ketika hari libur termasuk akhir pekan. Kendaraan roda dua dikenai tarif parkir Rp 1.000, roda empat Rp 2.000 dan roda enam Rp 6.000 per unit.

Keindahan lokasi wisata itu mulai bisa dirasakan keindahannya sejak perjalanan dari Watu Ulo dan Tanjung Papuma. Kedua lokasi wisata tersebut sebenarnya berada pada satu hamparan gugusan pantai panjang yang dipisahkan tebing terjal. Namun kedua lokasi wisata ini dikelola oleh manajemen berbeda.

Batu ular
Awalnya agar pengunjung bisa sampai di Tanjung Papuma harus melalui kawasan wisata lain karena pintunya masih satu, yakni Watu Ulo. Watu Ulo berasal dai bahasa Jawa yang artinya batu ular. Watu Ulo memiliki mitos, dan bila dihubungkan dengan cerita rakyat, batu yang menjorok ke laut dan menyerupai ular.

Pada hari biasa atau kerja, tidak banyak pengunjung yang datang untuk rekreasi di pantai itu, kecuali pada hari libur dan hari besar. Sebagian besar wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri kini datang ke Watu Ulo hanya sekadar singgah, atau sekadar lewat sebelum melanjutkan perjalanan ke Pantai Papuma.

Walau demikian, Watu Ulo memiliki acara tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal 1 hingga 10 Syawal. Saat itu adalah puncak dari seluruh kegiatan yang digelar masyarakat di Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, bekerja sama dengan Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Jember. Masuk ke kawasan Watu Ulo dikenakan tarif Rp 5.000 per orang, belum termasuk retribusi kendaraan. Jika melanjutkan perjalanan ke Tanjung Papuma, satu kendaraan dengan jumlah pengunjung yang sama dalam satu hari itu dikenai biaya Rp 18.000.

Ubud Tempat Wisata Budaya Lokal Bali

Ubud - yang terletak di kabupaten Gianyar, menawarkan wisata seni dan budaya untuk pengunjungnya.
 
Semenjak wisata di Bali mendunia, kawasan Ubud pun berkembangan menjadi sentra untuk hasil kerajinan seni di Bali mulai dari ukiran kayu, kerajinan emas dan perak, lukisan dan seni lainnya. Kehidupan budaya lokal Bali pun masih dijaga kuat di sini.

ubud3 Sejenak Melarikan Diri ke Ubud
Dengan lingkungan yang masih alami, daerah ini merupakan daerah sumber inspirasi bagi para seniman, termasuk seniman luar negeri, terutama seniman Eropa. Berada di antara sawah, hutan, dan jurang-jurang gunung yang membuat alamnya sangat indah. Selain itu Ubud dikenal sebagai tempat dimana seni dan budaya Bali terjaga dengan baik. Denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tidak bisa dilepaskan dari kesenian. Di sini terdapat galeri-galeri seni hingga arena pertunjukan musik dan tari digelar setiap malamnya secara bergantian di berbagai penjuru desa.


Ubud adalah tempat yang sempurna jika Anda tertarik untuk belajar berbagai seni Bali seperti melukis, mengukir, atau menari. Ya, karena di sini banyak terdapat sanggar seni. Bahkan bila tidak pun maka di Ubud sudah cukup memuaskan Anda untuk sekedar menikmati suasana Bali tradisional lalu membawa pulang oleh-oleh seni kreasi tangan yang berkualitas tinggi.
File:MonumentOfTheUbudWaterPalace.jpg
Ubud adalah tempat yang tepat untuk Anda mencari kedamaian dan ketenangan. Ubud menawarkan tempat peristirahatan dari rutinitas kota yang menjemukan. Di Ubud Anda dapat memanjakan tubuh dan pikiran, karena di sini terdapat restoran dan spa berkualitas yang akan membuat Anda rileks dan puas. Berjalan-jalanlah melewati sawah yang menghijau, melihat karya seni dan budaya yang eksotis, bercengkrama dengan penduduknya yang ramah, dan melihat prosesi adat dimana wanita Bali berjalan menuju pura dengan anggun sambil menyeimbangkan tumpukan sesajen buah-buahan di kepalanya. Itu hanyalah sepenggal kesan mendalam yang dapat ditangkap saat mengunjungi tempat yang indah ini.
Cara terbaik untuk menyelami tradisi dan budaya Bali adalah melebur dengan penduduk setempat dan melihat keseharian mereka. Di Ubud, Anda dapat mengunjungi pura dan desa yang relatif tidak banyak berubah selama bertahun-tahun. Sebuah kenangan akan suasana dari masa Hindu di Jawa dahulu yang sulit akan Anda temukan lagi sekarang ini.
Kawasan Ubud yang mempesona semakin lengkap dengan sejarah, seni, dan budayanya yang kaya. Temukan juga jejak kerajaan Bali, kesenian, dan kerajinan tangannya yang indah dan unik. Di Ubud banyak terdapat galeri-galeri seni, lukisan, dan pahatannya yang luar biasa menunggu apresiasi dan decak kagum Anda. Belilah salah satunya karena itu mungkin akan sangat sempurna untuk mempercantik ruang tamu atau ruang keluarga di rumah Anda.
Ubud dikenal sebagai daerah yang tenang dengan pemandangan yang asri. Menawarkan kepada Anda suasana alami untuk menenangkan diri. Pemandangan sawahnya menawan, suasananya sejuk, dan penduduknya ramah, sebuah lingkungan yang akan membuat jalan-jalan pagi dan sore Anda menyenangkan.
Telah banyak orang datang ke Ubud mulanya hanya untuk satu atau dua hari tetapi kemudian mereka tinggal lebih lama, larut dalam budaya dan keindahannya yang mengagumkan. Ubud adalah tempat dimana Elizabeth Gilbert menemukan kedamaian dan cintanya seperti ditulis dalam buku best seller miliknya itu, “Eat, Pray, Love”. Buku tersebut akhirnya difilmkan, dibintangi aktris ternama Julia Robert dan aktris senior Indonesia Christin Hakim.


Ubud, dinobatkan sebagai Kota Terbaik se-Asia. Kawasan wisata yang berada di Kabupaten Gianyar ini berdasarkan survei pembaca majalah pariwisata yang berbasis di Amerika Serikat, Conde Nast Traveller, awal Januari lalu sepakat memberikan penghargaan tersebut.

Majalah ini setiap tahunnya melakukan pemilihan berdasarkan masukan pembacanya yang memilih kota-kota favorit mereka dalam sebuah voting dengan 6 kriteria, yaitu suasana, budaya/tempat-tempat spesifik – situs-situsnya, keramahtamahan penduduk, akomodasi, restoran dan belanja. Hasil yang diperoleh dari survei ini tentu saja mengejutkan bagi kita dan masyarakat Ubud, khususnya, mengingat Ubud belum pernah masuk ke dalam daftar peringkat kota terbaik se-Asia versi majalah Conde Nast Traveler

Namun, tahun 2009, Ubud langsung menduduki posisi teratas, mengalahkan kota-kota lain dengan skor tertinggi di kriteria keramahtamahan. Adapun skor yang diperoleh adalah 82.5 dari nilai total skor 100. Seperti yang disampaikan oleh Ubud Hotels Association, pada hari Rabu kemarin, 3 Februari 2010.

Monday, 20 August 2012

Pantai Sendang Biru

Pantai Sendang Biru - adalah sebuah pantai yang terletak Desa Sumber Agung, Kecamatan Sumbermanjing, Malang, Jawa Timur. Jarak yang ditempuh dari kota malang hingga mencapai pantai ini kurang lebih 2 jam perjalanan, jalanan mendekati pantai naik turun dan berkelok-kelok sehingga pengunjung harus berhati-hati. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, juga kendaraan umum.


Oleh kebanyakan orang, Pantai Sendang Biru dikenal sebagai pintu masuk menuju Pulau Sempu. Namun, ternyata pantai ini memiliki pemandangan yang tidak kalah cantiknya dengan pantai-pantai di Jawa Timur.
Pantai Sendang Biru (ronikhoi.blogspot.com)
Nama Sendang Biru berasal dari bahasa Jawa, yaitu yang berarti sumber air yang berwarna biru. Ya, pantai ini memang dianugerahi air laut yang biru dan sangat jernih.
Pantai Sendang Biru berada di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sumbermanjing, Malang, Jawa Timur. Pantai ini persis terletak di seberang Pulau Sempu. Oleh karena itu, pantai ini digunakan sebagai pintu masuk menuju Pulau Sempu yang terkenal dengan kecantikannya.
Selain digunakan sebagai 'jembatan' ke Pulau Sempu, Pantai Sendang Biru juga menjadi tempat pusat pelelangan ikan di Kota Malang. Walau begitu, objek wisata ini jauh dari kata kotor.
Pulau Sempu, dari Pantai anda hanya bisa menggunakan perahu untuk mencapai Pulau Sempu tersebut. Di sana terdapat lebih dari 223 jenis tumbuhan, 144 lebih jenis burung spesies baru, hewan mamalia dan hewan langka lainnya. Nama Pulau Sempu sendiri sebenarnya berasal dari nama sejenis tanaman obat yang saat ini amat langka, yakni pohon sempu. 
Anehnya meskipun bernama demikian, tak satupun ada pohon sempu yang masih berdiri di areal hutan pantai pulai ini. Malah kebanyakan pohon jenis lain yang tumbuh subur disana, semisal Bendo dan pohon-pohon raksasa lainnya. Kawasan yang berstatus cagar alam tersebut memiliki hutan yang masih terjaga dengan baik.
Anda bisa menyewa kapal tersebut untuk berkeliling di sekitar pantai. Biaya yang dipatok tidak terlalu mahal, hanya Rp 100.000 untuk kapal motor dan Rp 50.000 untuk kapal yang didayung.
Di tengah laut, Anda bisa melihat ke bawah. Di sana pemandangan bawah laut jelas terlihat. Ikan-ikan kecil yang berenang di sela-sela karang membuat pengalaman Anda mengunjungi Pantai Sendang Biru tidak akan terlupakan.
Di pantai ini masih ada adat yang selalu dijalankan oleh masyarakat setempat. Mereka akan menyeberangi laut menuju Pulau Sempu untuk mengambil air tawar yang dinilai keramat. Jika Anda ingin menyaksikan tradisi tersebut, datanglah ke Pantai Sendang Biru pada tanggal 7 dan 8 bulan Syawal.

Friday, 17 August 2012

Air Terjun Tamasapi Kota Mamuju

Air Terjun Tamasapi - memiliki ketinggian terjunan air sekitar 75 m dan berasal dari Sungai Tamasapi. Terletak di Dusun Tamasapi, Desa Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. 

Suasana alam yang masih asri, Air terjun tamasapi menawarkan pesona yang mengagumkan, kesejukan airnya yang menggoda untuk segera menikmatinya. 

Untuk menuju lokasi air terjun tamasapi, dari pusat kota Mamuju wisatawan/pengunjung dapat menggunakan mobil atau motor sampai keperkampungan, dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menanjak dan menurun sekitar 1 Km dengan waktu tempuh 30 Menit Keindahan alam dan panorama yang ditawarkan air terjun Tamasapi ini akan sulit di lupakan bagi Wisatawan yang sudah mengunjunginya,disekitar air terjun juga terdapat bebatuan besar yang memungkinkan anda mendekati air tejun dan melepas lelah dengan berendam atau mandi diair terjun Tamasapi.. 

Airnya cukup deras disertai angin kencang yang membuat anda benar benar terpesona. Pada saat musim Durian anda berkunjung. Anda dapat melihat buah Durian dikanan kiri sepanjang jalan, anda pun dapat menikmati Durian yang haruh dan manis melalui para Petani yang sering menawarkan dengan harga yang murah, jangan lupa kalau anda berkunjung ke Mamuju untuk mengunjungi si tamasapi yang unik.  



Menikmati Indahnya Pantai Pok Tunggal

Pantai Pok Tunggal - merupakan pantai di Gunungkidul, Yogyakarta dengan hamparan pasir putih yang lumayan landai, tidak curam. 

Garis pantai yang landai dan pasir putih yg bersih memanjang di pantai ini sangat memanjakan mata. Belum lagi dinding bukit yg tampak menyerupai bukit yang terpotong, yang berada di belakang pantai ini.

Pantai Pok Tunggal ini memang masih cukup sepi dan bersih. Masih belum banyak yang mengetahuinya.


Pantai Pok Tunggal ini memang baru mulai dikembangkan menjadi obyek wisata oleh warga sekitar beberapa bulan yang lalu. Terlihat dari mulai dibangunnya sarana dan prasarana seperti kamar mandi, warung makan, penitipan kendaraan, dan lain-lain, di pantai ini. 
Letak tepatnya berada sekitar 2 km di sebelah timur Pantai Indrayanti. Pantai Pok Tunggal ini merupakan pantai paling timur di gugusan pantai Gunungkidul bagian tengah.

Untuk mencapai ke Pantai ini sebenarnya tidak sulit. Jika sudah terbiasa ke Pantai Indrayanti, kita bisa mengambil jalan terus ke timur. Selang sekitar 10 menit, kita akan menjumpai Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) bagian timur.

Sekitar 2 km dari TPR ke arah timur maka kita akan menemukan pertigaan ke kanan dengan papan petunjuk kecil menuju Pantai Pok Tunggal.


Kalau kita datang dari arah timur seperti Wediombo, dan Siung, juga bisa. Dari timur, kita harus jalan lurus saat menjumpai pertigaan yang kalau ke kanan menuju Wonosari dan lurus menuju ke Pantai Indrayanti.

Setelah 4 km kita akan menjumpai pertigaan dengan papan petunjuk ke Pantai di sebelah kiri jalan. Belok kiri dan terus saja menyusuri jalan berbatu tersebut, maka kita akan sampai di Pantai Pok Tunggal.

Ketika sampai di pantai ini maka aroma laut langsung terasa karena di beberapa bagian banyak digunakan untuk menjemur rumput laut. Keadaan pantainya masih cukup sunyi. Lebar pantai sekitar 1 km–1,5km dan cukup landai, cukup aman jika digunakan untuk berenang.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons