Friday, 22 June 2012

Lenong Betawi Budaya Masyarakat Betawi


Lenong Betawi - salah satu kesenian asli jakarta dikenal sejak tahun 1920-an. Lenong selalu diiringi oleh musik gambang kromong. Dalam teater rakyat ini terdapat dua jenis cerita, yaitu cerita tentang kerajaan atau kaum bangsawan (disebut Lenong Denes) dan cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari dan para jagoannya (disebut Lenong Preman).

Kedua jenis cerita ini biasanya mengandung nasihat, pesan moral seperti menolong yang lemah, membenci kerakusan, dan lain-lain dengan jenaka. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu dialek Betawi.


Lenong Denes sendiri adalah perkembangan dari bermacam bentuk teater rakyat Betawi yang sudah punah, seperti wayang sumedar, wayang senggol ataupun wayang dermuluk. 

Sementara lenong preman disebut-sebut sebagai perkembangan dari wayang sironda. 
Yang cukup signifikan dalam perbedaan penampilan kedua lenong tersebut, Lenong Denes umumnya menggunakan bahasa Melayu halus, sedang Lenong Preman rata-rata menggunakan bahasa Betawi sehari-hari.  



Lenong selain menjadi aset masyarakat Betawi sebagai kebudayaan daerah tetapi Lenong juga menjadi kebudayaan Nasonal yang wajib dijaga dan dilestarikan. Pemerintah harus banyak memberikan perhatian kepada kebudayaan – kebudayaan bangsa yang merupakan penarik wisatawan asing yang akan berkunjung ke Indonesia sebagai penghasil devisa Negara. Generasi muda harus dikenalkan dan diajarkan kebudayaan daerah sesuai asalnya agar kebudayaan daerah tidak pernah punah. Seiring dengan perkembangan zaman ternyata Lenong sudah banyak ditinggalkan oleh para generasi muda karena dianggap kuno atau ketinggalan zaman. Bahkan sekarang Pertunjukkan Lenongsudah sulit ditemui di stasiun-stasiun televisi karena stasiun-stasiun televisi lebih banyak menampilkan sinetron atau drama yang kurang memberikan pesan moral bahkan terkadang hanya mengumbar air mata saja. Tetapi sebenarnya selain memberikan kebudayaan Betawi, Lenong juga menampilkan pesan-pesan moral bagi penonton bukan hanya untuk menghibur semata.

Museum R.A. Kartini Jepara

Museum R.A.Kartini - obyek wisata yang ada di Jepara, didirikan pada tanggal 30 Maret 1975 atas usulan wakil-wakil rakyat Jepara dan didukung bantuan dari mantan Presiden Soeharto. Museum R.A Kartini terletak di Desa Panggang, Kecamatan Jepara, tepatnya di Alun-alun No.1, Jepara, di sebelah utara Pendopo Kabupaten Jepara.

Peresmian dilakukan pada tanggal 21 April 1977, bertepatan dengan seabad peringatan R.A. Kartini oleh Bupati Jepara, Sudikto S.H. Museum R.A.Kartini berdiri di atas tanah seluas 5.210 meter persegi, dengan luas bangunan 890 meter persegi yang terdiri atas beberapa gedung.

Dengan luas bangunan 890 meter persegi yang terdiri atas beberapa gedung. Selain menyajikan benda-benda peninggalan R.A.Kartini maupun kakaknya R.M.P. Sosrokartono, juga menyimpan benda-benda kuno peninggalan sejarah dan budaya hasil temuan di wilayah Kabupaten Jepara. Dimana lokasi museum tersebut terbagi dalam empat ruangan besar.

Koleksi
Museum Kartini merupakan tempat penyimpanan benda-benda peninggalan R.A. Kartini semasa hidupnya serta benda peninggalan kakaknya yaitu RMP Sosrokartono. Selain itu juga menyimpan benda-benda kuno hasil temuan di wilayah Kabupaten Jepara.

Penyajian ruang koleksi dibangi menjadi empat ruangan:
  • Ruang I
    Badan K untuk koleksi peninggalan R.A. Kartini berupa benda-benda serta foto semasa masih hidup.
  • Ruang II
    Kaki K atas berisi benda-benda peninggalan RMP Sosrokartono.
  • Ruang III
    Kaki K bawah untuk penyajian (1) benda-benda yang bernilai sejarah dan purbakala yang ditemukan di wilayah Jepara, antara lain arkeologi, keramik, dll. (2) hasil kerajinan Jepara yang terkenal, antara lain ukir-ukiran, batik troso, keramik, anyaman bambu, dan rotan.
  • Ruang IV
    Gedung T berisi tulang ikan raksasa ‘Joko Tuwo’ yang panjangnya kurang lebih 16 meter, yang ditemukan di perairan Kepulauan Karimunjawa pada pertengahan bulan April 1989.

Pantai Kartini Wisata dan Pendidikan

Pantai Kartini - obyek Wisata terletak 2,5 km ke arah barat dari Pendopo Kabupaten Jepara. Obyek wisata ini berada di kelurahan Bulu kecamatan Jepara dan merupakan obyek wisata alam yang menjadi dambaan wisatawan.
 
Berbagai sarana pendukung seperti dermaga, sebagian aquarium Kura-kura, motel, permainan anak-anak (komedi putar, mandi bola, perahu arus), dan lain-lain telah tersedia untuk para pengunjung. Suasana di sekitar pantai yang cukup sejuk memang memberikan kesan tersendiri buat pengunjung, sehingga tempat ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga atau acara santai lainnya.


Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai jalur transportasi laut menuju obyek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Selain itu Pantai Kartini, tidak bisa lepas dari suatu acara tradisional yang disebut “Lomban”. Acara ini merupakan acara budaya masyarakat Jepara yang berlangsung selama 1 hari tepatnya pada tanggal 8 Syawal atau seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Pantai Kartini disebut juga "Pemandian" yang terletak di bagian barat Pantai Kartini, karena pada awalnya digunakan sebagai pemandian yang dipercayai masyarakat dapat menyembuhkan penyakit rematik, gatal-gatal.


Terdapat pula deretan toko souvenir kerajinan laut yang dapat dijadikan buah tangan para wisatawan. Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai jalur transportasi laut menuju obyek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Sekarang juga sudah tersedia sarana transportasi ke Karimunjawa dari dermaga Pantai Kartini yaitu KMP. MURIA (waktu tempuh 6 jam) dan Kapal Cepat KARTINI I (waktu tempuh 2,5 jam).


Kura-Kura Ocean Park


Lantai bawah bangunan Kura-Kura yang difungsikan sebagai taman laut terdiri dari sebuah akuarium besar (main aquarium) yang berisi ikan-ikan berukuran besar dari jenis : Hiu, Penyu Sisik, Pari, Giant Trafelly (GT), Kakap, Kerapu, Jenaha, Triger, Mimi & Mintuna, Buntal, dan jenis ikan lainnya. Akuarium dinding berjumlah 12 buah dan 4 buah akuarium meja (portable) berisi beberapa jenis ikan laut dan ikan air tawar berukuran kecil dan sedang. Ada pula 1 buah kolam sentuh (touch pool) yang berisi ikan komunitas air tawar utamanya kura-kura jinak yang dapat dipegang oleh pengunjung. Dan yang paling istimewa adalah terapi ikan (fish spa) yang berisi ribuan ikan Garra Rufa yang berasal dari Turki. Bagian depan lantai bawah digunakan sebagai pintu masuk dan keluar, tempat penjualan tiket, dan beberapa kios souvenir khas Jepara.
Lantai Atas Bangunan Kura-Kura durencanakan untuk mini theatre dan lounge.

Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno

Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno - Jika Anda suka dengan ceker ayam, yang merupakan menu favorit, datanglah sebelum jam 1 pagi, sebelum warung buka, dan memang Anda harus antri dengan yang lain. Mengapa harus mengantri ? Karena dalam hitungan 1/2 jam saja, kita bisa kehabisan cekernya, terlebih di hari Sabtu.
Gudeg Ceker Margoyudan adalah sebuah warung yang terletak di jalan Monginsidi, Solo. Bukanya dari senin-minggu, mulai pukul setengah dua pagi dan tutup dua jam setelahnya. Sebaiknya, buat Anda yang mau mencicipi gudeg ceker, jangan datang setelah jam empat pagi. Seringkali menu ini sudah ludes terjual di jam tersebut.
Deretan mobil dengan plat nomor dari luar kota dan puluhan sepeda motor telah terparkir rapi di pinggir jalan. Seketika suasana berubah total, dinginnya malam telah tergantikan dengan hangatnya suasana warung Gudeg Ceker Margoyudan. Dari luar terlihat kerumunan orang mengantri mengitari seorang wanita tua yang sibuk meracik porsi demi porsi gudeg cekernya. Sebagian pengunjung memilih menikmati gudeg ceker mereka di bangku-bangku di dalam warung, dan sebagian anak-anak muda memilih duduk lesehan beralaskan tikar.
Gudeg ceker ini rasanya gurih, berbeda pada kebanyakan gudeg yang berasa manis. Cakar ayamnya begitu empuk yang dimasak dalam kuah santan dalam waktu lama. Sekali gigit, lepaslah kulit dan tulang mudanya.  Sementara cakar ayamnya, yang lebih populer dengan sebutan ceker, terasa lembut dan empuk. Dimasak dalam kuah santan dalam waktu yang lama, kulit dan tulang mudanya akan langsung terlepas hanya dengan sekali gigitan. Porsinya tidak terlalu besar, pas untuk sarapan kepagian.

Sunday, 17 June 2012

Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani - salah satu air terjun yang berada di kecamatan Tawangmangu, Indonesia, tepatnya berada di desa blumbang. Akses transportasi dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum dari Terminal Tawangmangu dengan jarak 5 km. Setelah turun di gapura "mbok lastri" perjalanan bisa dilanjutkan dengan jalan kaki kurang lebih sejauh 2km. sebenarnya pringgodani lebih sebagai obyek religi bagi penganut aliran kepercayaan,tapi di sisi lain air terjun tersebut juga menawarkan keindahan, dengan 2 tingkat air terjun serta tinggi lebih dari 100 m, air terjun ini jauh lebih tinggi dan lebih spektakular dari pada Air Terjun Grojogan Sewu yang lebih dulu dikenal.

1300 meter diatas permukaan air laut. Pringgodani adalah obyek wisata sejarah berupa rumah jogla sebagai tempat bersemedi. Tempat ini merupakan petilasan Eyang Cokronegoro, disebelahnya terdapat mata air sendang pengantin yang disakralkan,terdiri dari tujuh kucuran air dari lereng bukit. Para peziarah yang datang biasanya mandi di sendang sebagai puncak ritual mereka pada tengah malam. Sendang itu sendiri berada di atas air terjun, dan tempat inilah yang biasa dikunjungi sedangkan air terjunnya hanya bisa dilihat dari kejauhan karena lokasinya yang sulit dijangkau. Untuk dapat mencapai lokasi pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan naik turun di pinggir tebing curam sejauh +/- 1 km dari jalan raya.

Cerita lain Tentang Air Terjun Pringgodani
Menurut cerita dari penduduk setempat, Pertapan Pringgodani merupakan tempat bertapa seseorang yang pernah mengalahkan Prabu Boko pada jaman kerajaan Kaling. Sedangkan menurut penganut aliran spiritual, Pringgodani adalah wilayah kekuasaan Prabu Brawijaya V (raja majapahit terakhir) yang diserahkan kepada Eyang Koconegoro, ditempat inilah Eyang Koconegoro bertapa dengan tongkat menancap di tanah mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta, memohon untuk dapat hidup abadi, konon tongkat tersebut kini telah tumbuh menjadi sebuah pohon yang disebut kayu lewung. Dalam bertapa, apa yang diinginkan oleh Eyang Koconegoro belum dipenuhi oleh Sang Pencipta dan sesuai petunjuk gurunya agar keinginannya dipenuhi maka beliau harus naik ke puncak Lawu dan kembali bersemedi disana. Tentang kebenarannya kita tak pernah tahu.

Grojogan Sewu Tawangmangu


Grojogan Sewu - merupakan salah satu air terjun yang berada di Jawa Tengah. Terletak di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Air terjun Grojogan Sewu terletak di lereng Gunung Lawu. Grojogan Sewu terletak sekitar 27 km di sebelah timur Kota Karanganyar. Air terjun Grojogan Sewu merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu.

Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Meski air terjun di sini tidak berjumlah seribu, tetapi ada beberapa titik air terjun yang dapat dinikmati di sini. Air terjun tertinggi yang ada tingginya sekitar 80 meter. Ada pula air terjun yang tidak terlalu tinggi tetapi pancurannya meluas dan membentuk cabang-cabang. Bila sedang musim hujan, sekeliling tebing akan dihujani air terjun, tetapi saat musim panas, banyak air terjun yang kering.

Grojogan Sewu yang terdapat di kawasan Tawangmangu ini berada pada ketinggian1.100m di atas permukaan laut. Air Terjun ini mempunyai keindahan yang mempesona untuk dinikmati wisatawan, karena panorama air terjun alami ini berada di tengah hutan lindung yang didiami oleh ribuan kera liar yang jinak. Beberapa fasilitas dari hutan wisata ini adalah Taman Binatang Hutan, kolam renang, tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan dan cinderamata, mushola dan MCK.


Area wisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas flying fox, arung jeram kecil, duta playground dengan pemancingannya, dan arena outbond dengan taman lalu lintas dan kereta pohon.


Pedagang makanan dan minuman bertebaran di sekitar air terjun, siap menjadi tempat melepas lelah atau bersantai menikmati udara segar di bawah pepohonan rindang. Makanan yang paling terkenal adalah sate kelinci. Daging kelinci yang sedikit alot namun memiliki serat daging yang lembut dipadu dengan sambal kacang, irisan cabe dan bawang merah, disajikan bersama lontong. Menurut para ahli, selain rendah kolesterol daging kelinci juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Daging kelinci mengandung zat yang disebut senyawa kitotefin. Senyawa ini apabila digabungkan dengan senyawa lain seperti omega 3 dan 9 disinyalir bisa untuk menyembuhkan penyakit asma. Berdasarkan pengalaman beberapa orang, daging ini juga berkhasiat menurunkan kadar gula bagi para penderita diabetes, sementara otaknya berkhasiat sebagai penyubur kandungan wanita.

 Sedangkan Tawangmangu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kecamatan ini ternama karena merupakan daerah wisata yang sangat sejuk.
Tawangmangu dikenal sebagai obyek wisata pegunungan di lereng barat Gunung Lawu yang bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama sekitar satu jam dari Kota Surakarta (Solo). Tempat ini sejak masa kolonial Belanda telah menjadi tempat berwisata. 


Tawangmangu berada pada areal pegunungan yang subur dikelilingi oleh hutan dan perbukitan. Namun demikian kota kecil ini telah terkenal hingga ke manca negara karena kawasan ini merupakan obyek pariwisata yang cocok untuk dijadikan pilihan saat berlibur maupun berdarma wisata.


Suasana pagi Tawangmangu sangat indah dan eksotik. Udara dingin khas pegunungan dan kabut dari puncak gunung yang menyelimuti memberikan aura keindahan tersendiri. Berjalan-jalan sambil menikmati indahnya areal persawahan, melihat aktivitas penduduk di pagi hari, ataupun menjelajahi pasar sangat manjur untuk menghilangkan penat dari kesibukan sehari-hari. Tawangmangu juga populer dengan produksi sayur dan buah-buahan segar. Sawah-sawah yang ditanami sawi, wortel, lobak, strawberry, dan aneka hasil bumi lainnya membentang dimana-mana.

Saturday, 16 June 2012

Nasi Tiwul + Sayur Kalakan Ikan Hiu



Nasi Tiwul -  makanan dari jagung ini hampir punah. Padahal, zaman dahulu, tiwul sempat menjadi makanan pokok pengganti nasi di daerah tertentu. Barangkali karena selera masyarakat modern berubah trennya, maka tiwul pun dipandang sebelah mata.
Tapi, kalau Anda berkunjung ke Pacitan, Anda bisa mendapatkan makanan rakyat ini. Mampir saja di Restoran Sari Laut Bu Gandos yang beralamat di Jalan Solo-Pacitan km 5. Dijamin Anda mendapatkan nasi tiwul yang lezat dengan sayur kalakan ikan hiu. Menu tersebut menjadi primadona restoran ini. Di samping itu, aneka olahan produk laut juga bisa didapatkan di sini.
Warna tiwulnya kecoklatan dan tidak lembek. Rasanya sedikit manis dan agak kenyal. Teksturnya agak kasar, tetapi empuk saat dikunyah. Makanan dari bahan dasar singkong ini mengandung glukosa dan hidrat arang yang dapat menyuplai tenaga bagi tubuh. Meski kaya kalori, tiwul memiliki kandungan protein yang rendah.
Sayur kalakan ikan hiu yang menjadi pelengkap nasi tiwul, bentuknya mirip mangut. Jangan terkecoh, sayur kalakan ini tidak serta-merta menggunakan ikan hiu sebagai bahannya. Namun, disajikan dengan bentuk mirip ikan hiu dengan kuah santan nan pedas.
Kalau suka citarasa lebih pedas lagi, Anda bisa menambahkan sambal mentah atau sambal terong yang tersedia. Lebih lengkap lagi disertai makan lalapan. Mantap! Harganya pun murah. Nasi tiwul dengan sayur kalakan ikan hiu ini bisa disantap dengan harga kurang dari 20 ribu rupiah. Selain itu, Anda bisa makan tiwul sembari menatap indahnya Pantai Teleng Ria.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons